Selasa, 20 Oktober 2009

Sekolah Gratis Depok

Sekarang ini kalau kita perhatikan sekolah telah menjadi bisnis bahkan kalau kita perhatikan lebih lanjut pada setiap penerimaan siswa baru sebuah sekolah dapat membangun sekolah baru.

Sayangnya bisnis sekolah ini tidak diiringi dengan peningkatan sarana prasarana untuk peningkatan kwalitas siswa sebagaimana harapan orang tua dan masyarakat.

Bukan hanya siswa elemen yang ada di sekolah akan tetapi guru pun merupakan elemen sekolah yang menentukan kwalitas atau hasil produk dari sekolah itu sendiri.

tapi sayangnya guru sebagai tenaga ahli dalam mencetak siswa-siswa yang trampil bagi lulusan sekolah tersebut kurang diperhatikan ,sebagai contoh kita dapat mengambil contoh dari pengalaman saya mengajar.

Pada saat SPP siswa 20.000 rupiah honor guru 4000 per jam dan transport di pertengahan bulan dengan jumlah siswa sekitar 25 Siswa. Pada waktu itu sekolah swasta SPP nya lebih mahal dari sekolah negeri. akan tetapi sekarang posisinya terbalik sekolah negeri lebih mahal dari sekolah Swasta.

Sekarang sekolah negeri dengan SPP lebih dari 200.000 kemudian di tambah dengan BOM sekitar 120.000 persiswa tapi honor guru dibawah 30.000 perjam bahkan di sekolah swasta bisa di bawah 15.000 rupiah untuk itu dapat kita hitung berapa honor guru seharusnya sekarang.

melihat dana bantuan pemerintah yaitu BOM sebesar 120.000 rupiah per siswa perbulan belum lagi bantuan-bantuan lainnya tentunya kita seharusnya bisa membuat sekolah Gratis bahkan guru dapat di gaji lebih besar dari pada penggajian saat ini. atau dengan SPP sekarang seharusnya kita sudah dapat menciptakan SMK bisa seperti yang di canangkan Pemerintah Saat ini.

Dan hendaknya sekolah tidak hanya mementingkan keuntungan semata akan tetapi juga mementingkan kwalitas terhadap hasil lulusan serta memerhatikan kesejahteraan guru disesuaikan dengan pendidikan yang diterimanya dengan ini di harapkan tidak ada lagi guru yang tidak mampu menyekolahkan anaknya yang dikarenakan gajinya tidak sampai 500.000 perbulan tentunya hal ini tidaklah manusiawi bansa ini memperlakukan guru sedemikian rupa penggajian terhadap guru yang tidak manusiawi lagi